Investasi Triwulan II Tahun 2020 di Maluku Capai Rp 1,18 Triliun
Written by Administrator   
Monday, 14 September 2020 03:58

b_100_60_16777215_0___images_stories_berita_sur.jpegDinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PNM-PTSP) Provinsi Maluku mencatat realisasi investasi di Maluku pada triwulan II (periode April, Mei dan Juni)  Tahun 2020 sebesar Rp 1,18 triliun dari berbagai sektor usaha.  Jumlah itu bersumber dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp. 34.652.978.148 (3 persen) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Rp. 1.146.331.016.301 (97 persen).

Ada tiga sektor yang nilai investasinya terbesar mencapai ratusan miliar. Dari tiga sektor ini, sektor perdagangan dan reparasi menjadi sektor dengan nilai investasi terbesar di Maluku pada triwulan II, dengan nilai Rp. 652.440.279.030 (213 proyek), disusul konstruksi senilai Rp. 210.093.633.436 (230 proyek), transportasi, gudang dan telekomunikasi Rp. 153.845.000.000 (36 proyek).
Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Provinsi Maluku, Syuryadi Sabirin

Kepala Dinas PNM-PTSP Provinsi Maluku, Syuryadi Sabirin mengungkapkan hal itu kapada wartawan di Ambon, Jumat (11/9/2020). Suryadi menjelaskan untuk realisasi investasi asing atau PMA triwulan II bersumber dari 11 proyek yang tersebar di 4 kabupaten di Maluku.

Rincian, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) 3 proyek senilai Rp. 27.948.787.200, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) 2 proyek senilai Rp. 4.885.420.506, Kabupaten Buru 1 proyek senilai Rp. 1.402.184.586 dan Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) 2 proyek Rp. 416.585.856.

Suryadi mengatakan Belanda menjadi negara yang nilai investasinya terbesar yakni Rp. 27.984.787.200 (81 persen) disusul Australia dengan nilai Rp. 4.885.420.506 (14 persen), Korea Selatan Rp. 1.402.187.586 dan Hongkong RRT senilai Rp. 416.585.856.

Sementara untuk realisasi investasi PMDN pada Triwulan II 2020, terbesar berada di Kota Ambon dengan nilai Rp. 970.260.601.742 (334 proyek) disusul Kabupaten Maluku Tenggara, Rp. 54.545.914.245 (11 proyek), Kota Tual Rp. 34.942.958.000 (140 proyek), Kabupaten Malteng Rp. 33.568.761.314 (25 proyek).

Provinsi Maluku Rp. 17.868.000.000 (34 pyoyek), Buru Selatan Rp. 14.536.000.000 (38 pyoyek), Kepulauan Aru Rp. 8.126.500.000 (11 proyek), Buru Rp. 6.750.000.000 (3 proyek), KKT Rp. 3.491.281.000 (13 proyek), Seram Bagian Timur (SBT) Rp. 1.938.000.000 (30 proyek), Maluku Barat Daya (MBD) Rp. 303.000.000 (3 proyek).

“Realisasi investasi ini ada tiga sumber datanya. Yaitu izin yang dikeluarkan pemerintah pusat melalui BKPM RI, kemudian izin yang dikeluarkan provinsi melalui Dinas Penanaman Modal dan PTSP, serta izin yang dikeluarkan oleh kabupaten/kota. Realisasi investasi ini merupakan data gabungan dari tiga komponen itu,”jelasnya.

Sabirin mengakui bila dibandingkan dengan realisasi investasi periode yang sama tahun 2019, nilai investasi triwulan II tahun 2020 alami penurunan.

Penurunan ini kata Sabirin akibat pandemi covid-19 yang berdampak bagi perizinan yang dikeluarkan pemerintah pusat baik untuk investasi asing (PMA) maupun investasi dari dalam negeri (PMDN) menurun.

Sedangkan bila dibandingkan dengan izin yang dikeluarkan provinsi melalui Dinas PNM dan PTSP Maluku maupun kabupaten/kota di Maluku selama semester I 2020, tidak terpengaruhi covid-19, justru alami peningkatan.

“Semester I 2020 izin yang kita keluarkan itu sudah 600an, terjadi peningkatan jika dibandingkan periode yang sama tahun 2019 hanya sekitar 500an izin. Itu berarti tidak ada pengaruh covid bagi orang untuk berinvestasi di Maluku yang izinya dikeluarkan provinsi dan kabupaten/kota,”ungkapnya.

Sabirin mengatakan target investasi selama tahun 2020 di Maluku baik melalui modal asing maupun dalam negeri sebesar Rp 5,6 triliun. Sementara bila digabungkan realisasi investasi triwulan I (Januari-Februari-Maret) 2020 dan triwulan II 2020 (April, Mei dan Juni) untuk Maluku nilainya baru mencapai Rp. 2,8 triliun.

“Namun kita optimis target realisesi investasi untuk Maluku di tahun 2020 sebesar Rp 5,6 triliun bisa tercapai,”kata Sabirin. (Ruzady Adjis)

Investasi Triwulan II Tahun 2020 di Maluku Capai Rp 1,18 Triliun
 

Migrasi & Pelaporan LKPM OSS 1.1

BPMD Facebook

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday29
mod_vvisit_counterYesterday255
mod_vvisit_counterThis week1501
mod_vvisit_counterThis month12088
mod_vvisit_counterAll1104926