Secara Umum Kondisi Tanaman Tidak Terkena Puso
Written by Administrator   
Thursday, 05 July 2018 01:54

b_100_60_16777215_0___images_stories_berita_pertanian1.jpgSecara umum kondisi tanaman baik hortikultura maupun tanaman pangan tidak terkena Puso

 

(gagal panen), akibat musim penghujan yang terjadi belakangan ini. Kalau musim hujan, muncul banyak OPT (Organisme pangganggu tanaman/penyakit) namun itu sudah diantisipasi dengan bahan pengendali hayati seperti Agens hayati maupun Pestisida nabati.

Karena dengan bahan ini bisa menekan perkembangna OPT yang akan muncul pada musim penghujan,"kata Ir. Yan Manasetiabudi Kepala Seksi Proteksi Pertanian, Balai Proteksi Pertanian dan Peternakan Maluku (BP3M) Dinas Pertanian provinsi Maluku di Ambon, Selasa (26/6/2018).

Dicontohkan: tanaman Cabe biasanya muncul penyakit seperti layu pusarium bisa diatasi dengan Tricodherma dan Gleokladium (untuk mengendalikan penyakit), sehingga tidak terlalu berpengaruh walaupun musim hujan dan aman-aman saja.

Menurutnya, untuk tanaman pangan seperti Padi rata-rata sudah memasuki masa panen dan kini menghadapi Musim Tanam (MT) berikutnya. Sebagai contoh, di Pulau Buru sudah dicanangkan untuk MT 1 oleh Bupati Buru, Ramli Umasugi kemarin.

Termasuk di Pulau Seram sebagai daerah sentra Padi rata-rata memasuki Musim Tanam 1 yang waktunya selalu sama. Sedangkan khusus untuk tanaman Bawang, biasanya petani menanam setelah musim hujan untuk menghindari tanaman bawang menjadi busuk.

Ada kegiatan dari BP3M berupa geraka pengendalian OPT Hortikultura khususnya tanaman Cabe yang merupakan program upaya khusus (Upsus) di Maluku, sehingga pihaknya selalu mengikuti irama dari petani.

"BP3M sekaranag ini mengutamakan pengendalian ramah lingkungan untuk menghindari penggunaan pestisida kimia yang sangat merugikan seperti mempunyai dampak residu pada tanaman, petugas yang menyemprot dan manusia yang mengkonsumsi tanaman,"ucapnya.

Dikatakan, produk agens hayati dan pestisida nabati kurang diminati oleh petani di Maluku. Petani lebih senang menggunakan Pestisida kimia yang sifatnya instan, tanpa memikirkan dampak dari penggunaan pestisida dimaksud.

Untuk itu, melalui POPT (Pengendali Organisme Pengganggu Tanamam) pihak BP3M selalu menghimbau agar petani dapat menggunakan produk agens hayati dan pestisida nabati.

Produk agens hayati berupa Tricodherma dan Gleokladium (untuk mengendalikan penyakit) dan PGPR (Plant Grout Promotion Rhizobakteri) untuk menyuburkan tanaman dan mengendalika OPT, sedangkan pestisida hayati seperti Akar tuba, Kalabasa dan Hutung.

Sumber : Tribun Maluku

Secara Umum Kondisi Tanaman Tidak Terkena Puso
Last Updated on Thursday, 05 July 2018 02:03
 

Artikel Terkait

BPMD Facebook

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday107
mod_vvisit_counterYesterday304
mod_vvisit_counterThis week411
mod_vvisit_counterThis month9024
mod_vvisit_counterAll1024640