BP3M Distan Maluku Berhasil Ciptakan Inovasi Baru
Written by Administrator   
Monday, 23 September 2019 04:11

b_100_60_16777215_0___images_stories_berita_distan.jpgUnit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Proteksi Pertanian dan Peternakan (BP3M) Dinas Pertanian Provinsi Maluku

berhasil menciptakan sebuah inovasi baru berupa Pemanfaatan bahan pengendali OPT/Pestisida ramah lingkungan.

Penggunaan bahan pengendali OPT yang bersifat ramah lingkungan untuk menjaga mutu hasil bebas residu dan menjaga keseimbangan lingkungan agroekosistem.

Bahan pengendali OPT Pestisida Nabati dan Agens Hayati merupakan bagian dari sistem Pengendalian Hama Terpadu (PHT),” kata Plt. Kepala UPTD BP3M Distan Maluku, Ivone M. Siahaya, SP. M.Si di Ambon, Kamis (22/8/2019).

Menurutnya, berbagai inovasi yang telah ditemukan dan diciptakan sebagai bahan pengendali OPT spesifik lokasi Maluku yaitu : Untuk Pestisida Nabati adalah ekstrak buah Maja (Kalabasa), ekstrak buah Hutung (buah Bore), ekstrak daun Mimba, ekstrak daun Sirsak, ekstrak daun Sereh, ekstrak daun Sirih, ekstrak umbi Gadung, dan ekstrak buah Jarak.

Untuk Agens Hayati adalah Thricoderma sp, Glicladium sp, Beauvaria bassiana sp, Metharizium anisopleae, Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) dan Mikro Organisme Lokal (MOL).

Akar Bambu mengandung bakteri Pseudomonas fluorescence dan Bacillus ploymicsa yang berperan penting bagi pertumbuhan tanaman dan memberi keuntungan bagi proses fisiologis tanaman.

Dikatakan, saat ini BP3M sedang mengembangkan hydroponic dengan menggunakan berbagai macam media sederhana seperti sisa bahan sterefom, spon, gelas aua yang merupakan limbah rumah tangga.

Yang lebih menarik lagi adalah mengembangkan inovasi hidroponik dengan menggunakan media aquarium dengan tanaman sayuran daun (Kangkung, Sawi, Bayam, Sakata) bersama dengan pemeliharaan ikan hias didalamnya.

Ikan hias tidak diberikan makanan ikan, tetapi diberikan PGPR sebagai nutrisi bagi ikan dan juga nutrisi bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman sayuran daun.

Hasil pengembangan inovasi ini menunjukan bahwa PGPR dapat meningkatkan ketersediaan nutrisi bagi tanaman, terlebih untuk ketersediaan unsur N dan P.

“Jadi PGPR dapat menjadi salah satu solusi ketergantungan terhadap produk pupuk kimia sintesis, sehingga dapat menjaga pertumbuhan pertanian secara berkesinambungan,” ucapnya.

Salah satu fungsi PGPR adalah sebagai pupuk organik yang menggunakan mikro organisme untuk tujuan meningkatkan penyerapan nutrisi mineral terlarut dan pengikatan nitrogen, sehingga nutrisi dapat terserap oleh tanaman.

Pengembangan inovasi ini juga memberikan peluang kepada konsep Pertanian lahan terbatas khusus di perkotaan.

Sumber : Tribun Maluku

BP3M Distan Maluku Berhasil Ciptakan Inovasi Baru
 

Artikel Terkait

Link Website

BPMD Facebook

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday19
mod_vvisit_counterYesterday250
mod_vvisit_counterThis week1791
mod_vvisit_counterThis month3745
mod_vvisit_counterAll956347