Launching Kawasan Pala Berbasis Korporasi Petani, Jadi Tonggak Satukan Tekad
Written by Administrator   
Wednesday, 12 December 2018 01:46

b_100_60_16777215_0___images_stories_berita_petani-1.jpgLaunching Pengembangan Kawasan Pala Berbasis Korporasi Petani, sebagai tonggak bagi kita untuk menyatukan tekad, pikiran, dan langkah bersama guna meningkatkan pembangunan sektor Perkebunan seiring dengan berubahnya paradigma pembangunan Perkebunan, yang semula berbasis produktivitas komoditas menjadi produktivitas kawasan.

Dengan berubahnya paradigma ini, akan meningkatkan nilai tambah yang dapat dirasakan oleh masyarakat serta mampu mengurangi kebocoran wilayah, karena manfaat sumberdaya lokal lebih banyak dinikmati oleh masyarakat di luar wilayah.

Demikian sambutan Kepala Dinas Pertanian Provinsi Maluku Ir. Diana Padang, M.Si pada acara Launching Pengembangan Kawasan Pala Berbasis Korporasi Petani di Banda.

Menurut Padang, Pemerintah Provinsi Maluku menyambut baik adanya pengembangan kawasan pala berbasis korporasi petani, sebagai salah satu solusi peningkatan kesejahteraan masyarakat, karena 47 persen dari jumlah angkatan kerja di Maluku bekerja pada sektor Pertanian.

Selain itu, komoditas Pala merupakan komoditas endemik yang sudah turun temurun diusahakan oleh masyarakat. Pala dan Cengkeh Maluku dikenal dunia, bahkan turut memberikan andil dalam lahirnya era penjajahan di Indonesia.

Semua fasilitas yang ada di Kota Banda Naira dibangun oleh karena komoditas Pala sehingga membangun komoditas Pala bukan saja membangun fisik komoditi semata, namun juga membangun citra masyarakat Maluku.

Dikatakan, tanaman Pala di Maluu diusahakan dalam bentuk perkebunan rakyat dan tersebar hampir di semua wilayah. Bedasarkan data BPS tahun 2017, luas tanaman Pala di Maluku mencapai 31.263 Ha dan diusahakan oleh 28.360 KK.

Produksi Pala dalam bentuk Biji Pala Kering telah mencapai 5.512 Ton dengan produktivitas 289 Kg/Ha, masih rendah jika dibandingkan rata-rata produktivitas Nasional sebesar 482 Kg/Ha.

Pada sisi lain, lebih dari separuh tanaman Pala adalah tanaman menghasilkan dengan luas 17.653 Ha. Ini menunjukan tanaman Pala di Maluku kebanyakan sudah berumur lanjut, yang terus dikembangkan oleh masyarakat karena memiliki manfaat ekonomi yang besar.

“Saat ini, pemasaran produk Pala sebagian besar masih dilakuan secara antar pulau dalam bentuk Biji Pala dan Fuli kering. Khusus untuk kebutuhan ekspor, masih dilakukan melalui pelabuhan Surabaya karena persyaratan pembeli dari eropa yang menunjuk Laboratorium khusus untuk sertifikasi produk,”ucapnya.

Untuk menunjang ekspor Pala, kini telah dibentuk Tim Percepatan Ekspor Maluku yang merupakan integrasi dari semua staceholder terkait. Upaya lain yang sedang dilakukan adalah Perlindungan varietas unggul lokal Pala melalui pelepasan varietas unggulan nasional Pala Banda, rehabilitasi, intensifikasi dan perluasan lahan;

Pembentukan UPTD untuk pengawasan dan pengujian mutu benih serta pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT); Proses pembuatan PERDA Pengelolaan Tanaman Rempah Maluku;

Usulan indikasi geografis Pala Banda yang merupakan tanda daerah asal Pala Banda dengan ciri dan kualitas tertentu; Pelatihan petani serta adanya kerjasama dengan Lembaga Perguruan Tinggi untuk kajian dan atau survei tentang Pala.

Sumber : Tribun Maluku

 Launching Kawasan Pala Berbasis Korporasi Petani, Jadi Tonggak Satukan Tekad
 

Artikel Terkait

 

Migrasi & Pelaporan LKPM OSS 1.1

BPMD Facebook

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday223
mod_vvisit_counterYesterday576
mod_vvisit_counterThis week1436
mod_vvisit_counterThis month18048
mod_vvisit_counterAll1250877