Serba Serbi
Pemprov Maluku Harus Manfaatkan SDA Tingkatkan Pendapatan
Written by Administrator   
Tuesday, 23 July 2019 01:03

Read more...Pemprov Maluku harus lebih proaktif memanfaatkan berbagai kekayaan sumber daya alam (SDA)

Read more...
 
Jokowi Berharap Blok Masela Dorong Industri Turunan dan Serap Tenaga Kerja Lokal
Written by Administrator   
Tuesday, 23 July 2019 01:00

Read more...Presiden Joko Widodo berharap rencana pengembangan (Plan of Development/PoD) proyek LNG

Read more...
 
Penumpang Di Bandara Pattimura Ambon Turun 34 Persen
Written by Administrator   
Monday, 17 June 2019 02:37

Read more...Data PT Angkasa Pura I Cabang Bandara Pattimura Ambon, Maluku menunjukkan penurunan

Read more...
 
Perputaran Uang Di Maluku Dalam Taraf Normal
Written by Administrator   
Tuesday, 26 February 2019 02:38

Read more...Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku Bambang Pramasudi

Read more...
 
Desa Sumber Agung Sebagai Sentra Produksi Sagu
Written by Administrator   
Tuesday, 12 February 2019 02:03

Read more...Dinas Pertanian Provinsi Maluku melaksanakan kegiatan Penataan dan Pengembangan Tanaman Sagu

Read more...
 
Maluku Ekspor 5 Ton Kepiting Ke Malaysia Dan SingapuraMaluku Ekspor 5 Ton Kepiting Ke Malaysia Dan Singapura
Written by Administrator   
Thursday, 31 January 2019 01:28

Read more...Provinsi Maluku kembali mengekspor komoditas kepiting bakau hidup sebanyak 5 ton secara langsung dari Bandara Internasional Pattimura, Ambon, ke negara tujuan Malaysia dan Singapura, Jumat (25/1/2019).

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Maluku, Elvis Pattiselanno ketika dikonfirmasi membenarkan bahwa ekspor kepiting bakau hidup memanfaatkan jasa maskapai Garuda Indonesia tujuan Jakarta pada penerbangan Jumat siang.

“Ekspor ini yang kedua kali, menyusul perdana sebanyak 1,1 ton pada 12 Januari 2019,” ujarnya.

Kepiting bakau hidup ini dipasok dari Dobo, ibu kota Kabupaten Kepulauan Aru, yang memiliki populasi jenis biota laut non ikan melimpah.

“Jadi UD Putri Desi selaku eksportir memasoknya dari Dobo ke Bandara internasional Pattimura, selanjutnya diekspor langsung ke Malaysia dan Singapura melalui Jakarta,” kata Elvis.

Dia mengemukakan, ekspor langsung kepiting bakau hidup yang tidak melalui lagi Makassar atau Surabaya strategis bagi pengembangan perekonomian Maluku.

“Maluku sebenarnya dirugikan dengan sejumlah komoditas yang dipasok ke Surabaya, selanjutnya baru diekspor sehingga tidak memiliki nama di label barang,” ujar Elvis.

Dia mengakui, para konsumen dari China sebenarnya berminat juga terhadap kepiting bakau hidup Maluku, tetapi ekspor UD Putri Desi masih membenahi sejumlah dokumen.

“Pastinya, pasar ekspor saat ini menjanjikan untuk kepiting bakau Maluku sehingga tinggal Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis membina para nelayan di Kabupaten Kepulauan Aru maupun lainnya memanfaatkan peluang usaha untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) maupun kesejahteraan masyarakat pesisir,” kata Elvis.

Disinggung peluang komoditas lain, dia menjelaskan, sedang dijajaki hasil hutan, terutama damar dan kayu.

“OPD teknis Pemprov Maluku melakukan rapat kemarin (Kamis) yang dihadiri salah satu eksportir dari Surabaya, dan ternyata diberitahu bahwa pada 2018 sebanyak 600 ton damar dipasok ke ibu kota Provinsi Jawa Timur,” ujar Elvis.

Kegiatan ekspor dari Ambon menuju sejumlah negara tujuan merupakan hasil kerja sama antara Disperindag Maluku bersama Kanwil Bea dan Cukai Maluku, Badan Karantina Ikan, serta PT Angkasa Pura melalui kesepakatan bersama ekspor terpadu yang dikenal dengan “pelayanan 247”.

Pelayanan ekspor 247 artinya semua pihak siap memberikan pelayanan selama 24 jam dalam sehari dan tujuh hari dalam seminggu tanpa libur hingga produk ekspor tiba di negara tujuan.

Sistem pelayanan ini juga menjamin seluruh dokumen ekspor yang dibutuhkan dapat diselesaikan dalam waktu cepat termasuk saat barang akan diberangkatkan melalui pelabuhan maupun bandara di Ambon menuju negara tujuan.

Sumber : Tribun Maluku

 
Harga Ikan Cakalang Segar Di Ambon Melonjak
Written by Administrator   
Thursday, 31 January 2019 01:25

Read more...Masyarakat Kota Ambon, Maluku mulai mengeluh akibat stok ikan cakalang segar mulai menipis di pasar, sehingga mengakibatkan lonjakan harga ikan.

Read more...
 
Launching Kawasan Pala Berbasis Korporasi Petani, Jadi Tonggak Satukan Tekad
Written by Administrator   
Wednesday, 12 December 2018 01:46

Read more...Launching Pengembangan Kawasan Pala Berbasis Korporasi Petani, sebagai tonggak bagi kita untuk menyatukan tekad,

Read more...
 
Kontribusi PAD Panca Karya 2018 Masih Nihil
Written by Administrator   
Monday, 05 November 2018 03:40

Read more...Kontribusi pendapatan asli daerah PD Panca Karya, merupakan badan usaha milik daerah (BUMD) Pemprov Maluku untuk tahun 2018 masih nihil.

“Sekarang masih nol, artinya PAD 2018 merupakan laba perusahaan tahun 2017 dikalikan dengan 55 persen karena laporan keuangan belum selesai jadi belum bisa dibayarkan dan waktu saya masuk BUMD ini sebulan lalu, posisinya juga masih minus,” kata Direktur PD Panca Karya, Antonius Sihaloho di Ambon, Jumat (2/11).

Laporan PAD tahun 2015 yang disetorkan PD Panca Karya sebesar Rp1,6 miliar lebih, tahun 2016 Rp285 juta, dan tahun 2017 Rp446 juta.

Menurut dia, laporan produksi usaha kehutanan tahun 2015 hingga 2016 trennya menurun, kemudian tahun 2018 ada peningkatan dan target produksinya 76 ribu meter kubik, sementara realisasinya baru mencapai 35 ribu meter kubik.

Kemudian untuk usaha pelayaran, ada enam kapal motor penyeberangan feri diantaranya KMP Teluk Ambon trendnya menurun pada tahun 2015 dimana realisasinya hanya 10.000-an penumpang, tahun 2016 3.000-an penumpang, tahun 2017 600 penumpang, dan tahun ini untuk posisi September 538 penumpag.

KMP Tanjung Kuako yang melayari rute Hunimua-Waipirit 2015 ada 1.500, 2016 naik 2.000, 2017 1.700 dan posisi September 2018 79 penumpang karena harus doking dan sekarang baru mulai pengecatan.

“Dari enam kapal feri yang ada, awalnya hanya satu yang jalan dan sekarang sudah empat kapal feri dioperasikan, tersisa KMP Tanjung Kuako dan KMP Bada Leon yang belum jalan karena keterbatasan anggaran,” ujar Anton.

Jadi target pendapatan pada September 2018 untuk pengoperasian KMP Teluk Ambon Rp4 miliar dan realisasi baru Rp2 miliar, Tanjung Kuako Rp11 miliar tetapi baru realisasi Rp3 miliar karena masuk dok, KMP Bada Leon baru terealisasi Rp623 juta dari target Rp5,6 miliar jadi diharapkan minggu kedua baru jalan.

KMP Tatihu juga baru jalan dan posisi 1 September 2018 Rp259 juta dari target Rp6 miliar, KMP Tanjung Soleh baru beroperasi pekan lalu dan data terakhirnya belum masuk, KMP Lelemuku baru Rp190 juta dari target Rp5,3 miliar.

Untuk usaha trans Amboina realisasi baru Rp19 juta dari target Rp2,76 miliar, untuk trayek Ambon – Hatu Rp13 juta dari target Rp56 juta, dan data ini diambil dari rancangan kerja anggaran perusahaan sehingga mungkin perencanaannya agak besar.

“RKAP 2019 nantinya akan disusun secara realistis agar tidak terlalu muncul ketimpangan realisasinya,” tandasnya.

Untuk usaha rental bus terealisasi Rp587 juta dari target Rp1 miliar dan mobil tangki Rp75 juta dari target Rp201 juta.

Sumber : Tribun Maluku

 
<< Start < Prev 1 2 3 4 Next > End >>

Page 2 of 4

 

Migrasi & Pelaporan LKPM OSS 1.1

BPMD Facebook

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday82
mod_vvisit_counterYesterday682
mod_vvisit_counterThis week1945
mod_vvisit_counterThis month11538
mod_vvisit_counterAll1223244